Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 13 September 2013

Kolam untuk Ikan KOI

Berbeda dengan kolam untuk membudidayakan ikan konsumsi, kolam koi di taman, tidak perlu di-ukur elevasinya. Kolam koi bisa dibuat seluruhnya di bawah permukaan tanah, di atas permukaan ta-nah, atau kombinasi. Tidak seperti kolam ikan konsumsi yang harus kombinasi. 

Ada kalanya kita perlu membuat kolam koi yang seluruhnya berada di atas tanah, karena lokasinya di samping rumah yang biasa untuk lalu-lalang orang.      

Kolam seperti ini tentu akan cepat kotor Jika seluruhnya di bawah permukaan tanah, maka kita ambil bentuk yang me-nonjol. Suatu saat mungkin orang ingin membangun kolam yang cukup luas pada areal taman yang sudah jadi, maka akan kelihatan kurang menarik apabila kolam ini terlalu menonjol sehingga menutupi keindahan bagian taman yang lain. 

Dalam hal ini kolam yang seluruhnya berada di bawah permukaan tanah lebih disukai. Dan tidak jarang mereka menghendaki kolam yang lebih dalam   di sudut pekarangan (tamannya), sehingga mereka memendam sebagian kolamnya di dalam tanah dan sebagian lagi menonjol ke permukaan tanah. 

Berbagai pilihan memang harus ditentukan setelah melihat situasi dan kondisi secara keseluruhannya.
Setelah menentukan bentuk yang dikehendaki, kolam bisa dirancang di atas tanah dengan tali plastik atau slang air agar bentukan jadinya mudah kelihatan. Kemudian tanah bisa mulai digali dengan cangkul. Jika menginginkan kolam dengan dua keda-laman, bagian luar dangkal sebelah tengah lebih dalam, hendaknya direncanakan sejak awal hingga tidak merepotkan yang mengerjakan kolam. 
Kolam dengan yang dalama sangat berguna bagi koi, terutama untuk persembunyian mereka dari panas yang terlalu terik.

Bahan baku pembuat kolam hendaknya di-gunakan batu bata. Dengan bentuknya yang kecil batu bata bisa dibuat sangat fleksibel sesuai keinginan kita. Berbeda dengan batako yang berukuran besar yang menyulitkan kita Jika menginginkan bentuk berlekuk-lekuk. Pada dasar kolam bisa dipasang bata atau dicor. 
Namun, sebelum itu semua hendaknya sedari awal ditentukan di mana letak pintu pembuangan dan pemasukan air. Pintu pembuangan bagi kolam yang dibangun seluruhnya di dalam tanah, memang tidak mungkin dibuat. 

Untuk seluruh kolam harus dipikirkan sirkulasi airnya. Artinya Jika kita menghendaki kolam berair terjun atau berair mancur sudah harus dipikirkan di mana letak pompa, filter air, dan bagian yang bakal dibuat ter-juannya. 

Oleh karenanya, sekali lagi sangat penting bagi kita untuk menuangkan angan-angan dan keinginan kita ke dalam gambar yang rinci. Jangan sampai kita masih harus membongkar pasang ketika bangunan sudah selesai. Ketika bangunan sudah rapi dan kita lupa membuat sebuah lubang maka tentu akan menambah pekerjaan, karena kita juga harus membuat saluran yang berhubungan dengan lubang itu.

Permukaan kolam hendaknya Jangan dibuat licin seperti kita membuat rumah, karena akan menyulitkan lumut tumbuh. Dengan melapisi semen (mengaci) agak kasar, kita berharap justru kolam akan menjadi licin dan nyaman bagi ikan karena adanya lapisan lumut yang ada di permukaannya. Pengerjaan bagian atas kolam tidak selalu harus di-selesaikan dengan bata juga, tapi bisa dipakai batu-batuan yang mempunyai bentuk artistik dan (Jika mungkin) antik. 

Karena kolam tidak mungkin hadir sendirian dalam taman, sediakan juga ruangan untuk tempat menanam tanaman. Di latar belakang kolam lebih cocok untuk tanaman karena tidak menghalangi pandangan.



Description: Kolam untuk Ikan KOI, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Kolam untuk Ikan KOI

Agar Ikan Koi Sehat dan Cantik

Ikan koi pada dasarnya adalah ikan mas biasa. Cara pemeliharaannya tak jauh beda. Tapi, yang harus diingat sebagai ikan hasil kawin silang, koi tidak memiliki ketahanan tubuh sebagaimana induknya. Belum lagi tidak seperti ikan mas, koi dipelihara bukan sekedar untuk pembesaran tapi untuk dilihat keindahannya. Menurut Tan Peng Long dan Bolly Prabanto, setidaknya ada tiga hal dasar untuk menjadikan ikan koi kita cantik dan sehat. Berikut ini paparannya.
* Kualitas air. Sehat tidaknya air antara lain ditentukan oleh tingkat Ph, suhu, zat besi, dan amoniak. Ph ideal antara 7-8 atau Ph netral. Jika Ph-nya terlalu tinggi alias terlalu basa maka warna hitam akan semakin jelas. Bayangkan saja jika tiba-tiba di sisik kohaku; kita muncul noda hitam.
Zat besi yang terkandung dalam air kolam juga tidak boleh terlalu tinggi. Itu akan membuat warna koi kesayangan kita kusam. Suhu ideal air kolam adalah 24 derajat celcius. Karena itu, pastikan kolam selalu terkena sinar matahari.
Pergantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk menetralkan kadar amoniak dari kotoran ikan. Setiap hari kira-kira 10 persen dari jumlah air kolam sebaiknya diganti. Pergantian ini tak akan merepotkan jika kolam kita sudah dilengkapi sistem pengatur air. Perbandingan volume air dengan besar dan jumlah ikan yang ideal juga perlu diperhatikan.
 * Makanan. Ada beragam merek makanan koi yang beredar di pasaran baik lokal mau pun impor. Makanan impor banyak digunakan oleh pehobi. Pilihan pada makanan impor juga disesuaikan dengan jenis koi yang dipelihara. Tapi, bila punya cukup waktu luang, Anda juga bisa meracik sendiri dengan nilai gizi yang tinggi. Makanan koi biasanya terdiri dari tiga macam: wheatgerm, spirulina, dan daily.
Wheatgerm digunakan untuk pertumbuhan ikan sekaligus menajamkan warna putih. Spirulina untuk memcerahkan warna merah dan hitam, sedangkan daily untuk kebutuhan rutin harian. Untuk mendapatkan hasil maksimal sebaiknya pemberian makanan diatur. Jangan sampai kita memberikan makanan spirulina selama berapa bulan berturut-turut. Warna koi akan rusak dan berubah kuning. Salah satu pilihan pola pengaturan dalam satu minggu adalah tiga hari untuk spirulina, tiga hari untuk wheatgerm, satu hari untuk daily. Pemberian makanan lebih sering dengan porsi kecil jauh lebih baik karena usus koi pendek. 
 * Pemilihan bibit. Bibit ikan koi yang paling baik tentu saja yang asli dari Jepang. Tapi tidak perlu khawatir. Sekarang ini sudah banyak toko dan peternakan koi yang menjual bibit impor. Apalagi sebagian dari mereka sudah berhasil menyilangkan dengan koi lokal. Kualitasnya pun tidak kalah dengan koi impor. 

Description: Agar Ikan Koi Sehat dan Cantik, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Agar Ikan Koi Sehat dan Cantik

Minggu, 18 Agustus 2013

Fauzan - Pemuda yang sukses berbisnis Ikan Lele

Berani mencoba alias tidak takut gagal adalah prinsip yang mengantarkan Fauzan Hangriawan sukses menjadi pengusaha lele sangkuriang di Jakarta. Dengan modal terbilang mini, pemilik Sylva Farm Bangun Bangsa ini berhasil mengembangkan bisnis lele hingga meraup omzet ratusan juta sebulan.

Pria kelahiran Pontianak 26 tahun silam ini memang doyan berbisnis sejak masih remaja. Ketika duduk di bangku SMP di Lampung, Fauzan kerap membantu orang tuanya berjualan kelapa dan beras. Lalu, sejak SMA, dia memberanikan diri membuka bisnis sendiri. Mulai dari berjualan sepatu, kuliner, hingga usaha percetakan, dilakoninya.

Meski bisnis itu tidak pernah bertahan lama, Fauzan tidak kapok mencoba. Pada 2009, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Atmajaya, Jakarta, ini kembali mencoba bisnis baru yang belum pernah digeluti sebelumnya, yakni membudidayakan lele. "Pengetahuannya saya tentang budidaya lele sangat terbatas waktu itu. Tapi, saya bertekad mencobanya," ceritanya.

Bermodal Rp 1,5 juta dari kocek sendiri, dia membelanjakan 1.000 bibit lele dumbo, pakan lele, dan terpal untuk pembuatan kolam di belakang rumah. Lantaran, belum tahu banyak soal budidaya lele, tingkat kematian lele sangat besar. Ketika itu, hanya 40% bibit lele yang mampu bertahan.

Meski begitu, selang tiga bulan, Fauzan berhasil menikmati hasil panen pertamanya sebanyak 40 kg lele. Melihat hasil yang cukup menggiurkan, Fauzan memutuskan untuk serius menggeluti budidaya lele sangkuriang. Tak heran, dia belajar lebih mendalam soal budidaya lele. 

Apalagi, kata Fauzan, kala itu, lele sangkuriang merupakan varietas yang unggul. Bahkan, hasil riset pemerintah yang ia baca menyebutkan, masa panen jenis lele ini lebih cepat, yakni hanya dua bulan. Daya tahan terhadap penyakit dan perubahan suhu pun lebih baik dibandingkan jenis lain, seperti lele dumbo. 

Fauzan tidak sendiri mengembangkan bisnis lele sangkuriang. Selain mempekerjakan delapan karyawan, dia juga bermitra dengan 30 petani binaan di Jakarta dan Bogor melalui sistem kolam plasma. "Saya mendampingi mereka, sehingga hasil panen bisa maksimal,” ujarnya.

Kini, dalam sebulan, Sylva Farm bisa memproduksi 600.000 ekor bibit lele. Harga bibit ditentukan berdasar ukuran. Misal, bibit berukuran 5-6 centimeter (cm) dibanderol Rp 160 per bibit. Sementara, bibit ukuran 7-8 cm dijual Rp 200 per bibit.

Tak hanya itu, saban hari, Fauzan juga memproduksi 3- 4 kuintal lele berukuran siap konsumsi seharga Rp 17.000 per kilogram. Jadi, saban bulan, dia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 200 juta. Pelanggannya tak hanya tersebar di wilayah Indonesia, tapi juga dari Bangladesh dan Malaysia.

Sumber : Kontan Co id

Description: Fauzan - Pemuda yang sukses berbisnis Ikan Lele, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Fauzan - Pemuda yang sukses berbisnis Ikan Lele

Fungsi dan kegunaaan garam pada Lele

Benda berupa kristal berwarna putih ini sudah sangat lama dikenal oleh para akuaris. Keberadaannya bukan merupakan hal yang asing, bahkan boleh dikatakan kehadiran benda ini seolah sudah menjadi bagian terintegrasi dengan hobi ikan hias. Garam yang dimaksud adalah garam NaCl, yaitu garam seperti yang kita kenal pada umumnya sebagai garam dapur dalam kehidupan sehari-hari. Rupa dan rasanya sama. Perbedaan utama antara garam ikan dengan garam dapur atau garam meja adalah pada kemurniannya. Garam ikan diharapkan hanya mengandung NaCl saja, karena kehadiran bahan lain pada garam ini dikhawatirkan akan mempunyai dampak yang tidak diinginkan pada ikan yang bersangkutan. Sedangkan garam dapur sering telah mengalami pengkayaan dengan berbagai bahan lain yang diperlukan oleh manusia, seperti Iodium, atau bahan lainnya. Oleh karena itu sering kali secara umum disebutkan bahwa garam yang digunakan untuk ikan adalah garam tidak beriodium. Iodium sendiri tentu saja diperlukan oleh ikan, akan tetapi kehadiran bahan lain yang tidak diketahui dengan pastilah yang menimbulkan kekhawatiran akan menyebabkan dampak yang tidak diinginkan. Apabila tidak terlalu mendesak maka penggunaan garam yang memang sudah dikhususkan untuk ikan akan lebih aman. Meskipun demikian banyak dilaporkan bahwa penggunaan garam beriodiumpun tidak menyebabkan dampak merugikan pada ikan-ikan yang diberi perlakuan tersebut.
Fungsi Garam

Ikan , dalam hal ini ikan air tawar, di dalam air ibarat sekantung garam. Ikan harus selalu menjaga dirinya agar garam tersebut tidak melarut, atau lolos kedalam air. Apabila hal ini terjadi maka ikan yang bersangkutan akan mengalami masalah. Secara umum kulit ikan merupakan lapisan kedap, sehingga garam didalam tubuhya tidak mudah bocor kedalam air. Satu-satunya bagian ikan yang berinteraksi dengan air adalah insang.

Air secara terus menerus masuk kedalam tubuh ikan melalui insang. Proses ini secara pasif berlangsung melalui suatu proses osmosis yaitu, terjadi sebagai akibat dari kadar garam dalam tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya. Sebaliknya garam akan cenderung keluar. Dalam keadaan normal proses ini berlangsung secara seimbang. Peristiwa pengaturan proses osmosis dalam tubuh ikan ini dikenal dengan sebutan osmoregulasi. Tujuan utama osmoregulasi adalah untuk mengontrol konsentrasi

larutan dalam tubuh ikan. Apabila ikan tidak mampu mengontrol proses osmosis yang terjadi, ikan yang bersangkutan akan mati., karena akan terjadi ketidak seimbangan konsentrasi larutan tubuh, yang akan berada diluar batas toleransinya.
Pada saat ikan sakit, luka, atau stress proses osmosis akan terganggu sehingga air akan lebih banyak masuk kedalam tubuh ikan, dan garam lebih banyak keluar dari tubuh, akibatnya beban kerja ginjal ikan untuk memompa air keluar dari dalam tubuhnya meningkat. Bila hal ini terus berlangsung, bisa sampai menyebabkan ginjal menjadi rusak (gagal ginjal) sehingga ikan tersebut tewas. Selain itu, hal ini juga akan diperparah oleh luka dan atau penyakitnya itu sendiri. Dalam keadaan normal ikan mampu memompa keluar air kurang lebih 1/3 dari berat total tubuhnya setiap hari. Penambahan garam kedalam air diharapkan dapat membantu menjaga ketidak seimbangan ini, sehingga ikan dapat tetap bertahan hidup dan mempunyai kesempatan untuk memulihkan dirinya dari luka, atau penyakitnya. Tentu saja dosisnya harus diatur sedemikan rupa sehingga kadar garamnya tidak lebih tinggi dari pada kadar garam dalam darah ikan. Apabila kadar garam dalam air lebih tinggi dari kadar garam darah, efek sebaliknya akan terjadi, air akan keluar dari tubuh ikan, dan garam masuk kedalam darah, akibatnya ikan menjadi terdehidrasi dan akhirnya mati.
Pada kadar yang tinggi garam sendiri dapat berfungsi untuk mematikan penyakit terutama yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri. Meskipun demikian lama pemberiannya harus diperhatikan dengan seksama agar jangan sampai ikan mengalami dehidrasi.
Beberapa Keunggulan Garam Ikan

Pemberian garam termasuk aman bagi ikan, asal diberikan dengan dosis yang sesuai. Selain itu juga aman bagi manusia.

Seperti disebutkan sebelumnya, garam akan membantu menyeimbangkan kembali proses osmoregulasidan memicu daya tahan tubuh ikan terhadap penyakit yang dideritanya.
Sampai tahap tertentu diketahui garam mampu memblokir efek nitrit. Nitrit dalam air dapat terserap kedalam system peredaran darah ikan, sehingga darah berubah menjadi kecoklatan. Kehadiran nitrit akan menyebabkan kemampuannya untuk membawa oksigen menjadi menurun, sehingga pada kondisi kelebihan nitrit sering terjadi penyakit darah coklat. Dengan adanya garam kejadian demikian bisa dihindari.
Garam mampu membunuh parasit-parasit bersel tunggal seperti Ich (white spot), jamur dan bakteri lainnya. Terakhir garam mudah didapat dan mudah dibeli, sehingga bisa tersedia setiap saat pada waktu diperlukan.
Dosis dan Cara Pemberian

Garam sudah lama digunakan sebagai antiseptik pada akuarium, selain itu juga kerap digunakan sebagai anti jamur (fungisida). Meskipun demikian akhir-akhir ini penggunaan garam sebagai fungisida relatif jarang dilakukan karena banyaknya anti jamur lain yang telah dibuat khusus untuk ikan.

Beberapa dosis penggunaan garam adalah:
Sebagai profilaktik:

Sebagai profilaktik, atau sebagai tonik, atau dalam bahasa umum sebagai jamu dianjurkan untuk menggunakan garam sebanyak 1 2 sendok teh garam per 4 liter air, atau sebanyak 1 2 gram per liter. Atau dengan kata lain sebanyak 0.1 0.2 persen. Sebelumnya garam disiapkan di suatu wadah. Kemudian dibuat larutan dalam wadah tersebut sesuai dengan dosis. Setelah garam melarut baru dimasukan kedalam akuarium. Dosis sebagai jamu ini digunakan apabila kita belum tahu persis penyakit apa yang sebenarnya menjangkiti ikan, atau bisa juga digunakan apabila ikan terluka, stress dan sejenisnya. Dengan demikian sistem osmoregulasi ikan tetap prima sehingga ikan mudah melakukan pemulihan.



Sebagai perlakuan pengobatan infeksi jamur dan atau bakteri
Untuk keperluan ini diperlukan larutan garam dengan konsentrasi 1 %, atau larutan 10 g garam dan 1 liter air. Pemberian larutan ini hendaknya diberikan secara sedikit demi sedikit sehingga konsentrasi tersebut akan tercapai setelah 24 - 48 jam. Jadi jangan diberikan sekaligus sebanyak 1 %, tapi diberikan secara perlahan-lahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kejutan osmotic, atau stress pada ikan yang bersangkutan.

Pada awalnya konsentrasi larutan dapat dimulai pada tingkat 0.1 0.2 %. Kemudian secara teratur garam ditambahkan pada selang waktu tertentu, misalnya setiap 3-4 jam sekali. Apabila pada saat peningkatan konsentrasi garam ini ikan mengalami stress, hentikan segera perlakuan, kemudian ganti air sebagian sehingga konsentrasi garam turun ketingkat semula.
Untuk mengurangi pengaruh racun dari nitrit.
Untuk mengurangi pengaruh nitrit dosis yang dianjurkan adalah 1 gram perliter air.
Untuk melepaskan lintah pada ikan

Dapat dilakukan dengan merendam ikan yang bersangkutan secara singkat dalam larutan garam 2.5 %. Perendaman pada dosis demikian akan menyebabkan lintah melepaskan diri dari tubuh ikan. Meskipun demikian larutan ini tidak akan membunuh lintah itu sendiri.
Sebagai obat infeksi Piscinoodinium (Velvet).
Pengobatan terhadap infeksi Piscinoodinium dapat dilakukan dengan perendaman jangka panjang dalam larutan garam dengan konsentrasi 10 gram per 45 liter air. Atau 1 sendok teh per 4 liter air.

Perhitungan
Untuk memberikan perlakuan garam yang tepat pertama kali harus diketahui volume air dari akuarium yang akan diberi perlakuan. Sebagai contoh apabila anda mempunyai akuarium dengan ukuran 100 cm x 50 cm x 50 cm tapi diisi air setinggai 40 cm saja, maka volume airnya adalah 100 x 50 x 40 cm3 = 2.000.000 cm3 atau sama dengan 200 liter air atau sama dengan 200 kg.

Apabila dosis garam yang diperlukan adalah 1 % maka garam yang diperlukan adalah 1 % (0.01) x 200 kg = 2 kg . Sedangkan bila dosis garam yang diperlukan adalah 0.1 % maka yang diperlukan adalah 0.1 % (0.001) x 200 kg = 0.2 kg atau kurang lebih 2 ons atau 200 gram.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua ikan air tawar tahan terhadap pemberian garam. Oleh karena itu, sebelum melakukan perlakuan pemberian garam, yakinlah terlebih dahulu bahwa ikan yang dipelihara bukan termasuk ikan yang peka terhadap garam.
fungsi garam
Garam (Sodium Klorida) yang sudah sangat kita kenal adalah bahan kimia yang paling mudah didapatkan dan sangat murah. 
Pembuatanya pun dilakukan oleh orang-orang dengan teknologi sangat sederhana dipinggir-pinggir pantai dan bahkan ada dipedalaman daratan seperti di Beleduk, Jawa tengah.
Beberapa manfaat garam diuraikan sebagai berikut :

1. Kendali Parasit.
Perendaman ikan dalam air dengan kadar garam 2,0% sampai 5% selama beberapa jam pada kolam atau bak karantina yang disirkulasi dengan putaran (trun over) 1-2 kali per jam, sangat manjur dalam menggendalikan parasit yang menyerang tubuh ikan .
Yang tergolong parasit antara lain adalah : 
Gangguan fungsi insang karena Dactylogyrus; 
serangan lernea semacam cacing yang menempel ditubuh ikan ; 
kutu ikan Argulus ; 
bintik-bintik bening atau kecoklatan karena Placobdella sp atau Gyrodactylidiasis yang menyebabkan ikan merasa gatal-gatal dan mengosokan badanya kedinding/dasar kolam. 
Setiap ikan memiliki ketahanan tubuh yang berbeda terhadap larutan garam, oleh karena itu sejak mulai perendaman harus selalu diperhatikan perubahan yang terjadi pada ikan.
Bila ikan tampak lemas, Melayamg-layang, segera pidahkan ke air non garam dan berikan aerasi penuh untuk pengembalian kesengaran.

2. kendali kolmnaris
Penambahan garam dalam kolam sangat efektif mencegah serangan bakteri fexibactercolumnaris, yang bila menginfeksi ikan akan muncul tanda putih di mulut koi seperti terserang jamur. 
Perawatan secara rutin minimal sebulan sekali sangat baik bagi ikan koi kita, bahkan dalam cuaca panas seharian yang rata-rata diatas 300 C, perlakuan dapat dilakukan seminggu sekali. 
Kadang tampak tanda yang lebih parah , yakni ada semacam luka di ingsang bila sudah demikian garam saja tak akan cukup. Segera beri pakan yang telah di campur dengan teramicin (1,5 gram per 20kg berat ikan )untuk 10 hari.

3.kendali jamur sprolegnia
Perawatan rutin dengan rutin dengan garam akan menghindarkan ikan dari berbagai jamur, termasuk saprolegnia yang tanda seranganya berupa munculnya serabut mirip kapas berwarna kehijauan. 
Perendaman kedalam air dengan air garam 2-3% selama 15% hari sekali sangat efektif dalam mencegah pertumbuhan telur saprolegnia. Bila jamur sudah menyerang, maka perendaman lebih lama diperlukan.

4.Mengurangi keasaman air hujan .
Penurunan pH secara mendadak akan menyebabkan stress bagi ikan.biasanya ikan tampak resah dan mencoba untuk lari kesana kemari,bahkan ada yang melompat-lompat.
Ketika kondisi semacam ini terlihat setelah air garam akan sangat mengurangi stress pada ikan. Bila keasaman air kolam meningkat maka pemberian air garam berlanjut sampai 3 hari.
Pada kasus tertentu dimana tingkat keasaman tidak kunjung normal, maka diperlukan penambahan buffer untuk menurunkan keasaman, seperti hydrated time yang dapat diperoleh di toko ikan.

5. Pembersihan Kotoran Akibat Air Keruh 
Jika air menjadi keruh setelah hujan lebat terjadi atau syndrom pasca pembersihan filter chamber yang menyebab kan banyak padatan melayang-layang di kolam, penambahan garam akan membantu dalam pelepasan partikel-partikel yang melekat pada ingsang ikan.

6.Mengurangi Stress Saat Handling & Penyortiran
Pembilasan dengan air garam sesaat sebelum memilih, menyortir atau penaganan lainya, akan membantu ikan menjadi lebih tenang dan siap bila harus mendapat tekanan yang tak diduga seperti dikejar kejar jaring, diangkat, dibolak-balik, dll.
Garam akan membebaskan ingsan dari kelebihan air merangsang pelepasan amoiak dan nitrat dari dalam darah.Ini terutama membantu menciptakan keseimbangan kadar darah dan jaringan tubuh lainya.

7.Mengurangi Stres saat Pengangkutan ikan
Pengunaan garam dalam bak pengangkutan adalah perlakuan umum untuk mengurangi stres perjalanan.
Konsentrasi setinggi 0,8% dapat digunakan secara aman dalam kurun waktu yang agak lama, sesampai di-tempat tujuan, garam juga masihdiperlukan untuk kepentingan yang sama, mengurangi stress dan relak sasi bagi otot- otot tubuh ikan.

8.Kendali problem ingsang
Salah satu masalah ikan di kolam adalah adanya sisa-sisa pakan (bila pemberian berlebihan) yang berakumulasi dan menjadi `tamu`asing di jaringan ingsang.
Kondisi semacam inilah yang sering mengundang problem kesehatan ingsang.Pemberian garam secara rutin, sedikitnya semingu sekali akan membersihkan ingsang dan juga kulit tubuh dari kelebihan lendir yang berisi `tamu-tamu` asing dan partikel /organisme lain yang menempel.

9.Pertolongan Saat Kandungan Oksingen Rendah 
Ketika ikan tampak megap-megap di permukaan air kolam karena oksigen rendah, pemberian garam1-3% akan dengan cepat membebaskan stress dan bahkan mampu mengurangi resiko kematian

10 Kendali Alga
Garam akan menyatu di filamen alga yang licin dipingir-pingir kolam dan akan mengontrol pertumbuhan alga. Tidak seperti perlakuan kimiawi garam dapat dengan aman digunakan tanpa dipengaruhi suhu kolam.
Meskipun demikian, pengunaan garam tidak dapat mengantikan peranan lain yang mesti kita perhatikan dalam pemeliharaan kolam seperti pembersihan filter, mengatur kepadatan ikan dalam kolam dan juga menghundari pemberian pakan berlebihan



Description: Fungsi dan kegunaaan garam pada Lele , Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Fungsi dan kegunaaan garam pada Lele

Minggu, 30 Juni 2013

Akhir yang Indah Pengantin Wanita

Kisah indah ini disadur dari kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad, terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
Kisah teladan ini saya sadur untuk kalangan muslim, bagi sahabat yang mempunyai keyakinan berbeda; boleh menyimak artikel ini, boleh juga melewatkannya.  Semoga bermanfaat.
Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Muslim Wedding

Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, Ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!
Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !
Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.
Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu.
Lalu dia memulai shalatnya. Dan pada saat itu dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya.
Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya!
Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.
“SUBHANALLAH”…. Bagaimana dengan kita?

Description: Akhir yang Indah Pengantin Wanita, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Akhir yang Indah Pengantin Wanita

Kamis, 20 Juni 2013

Ikan Nilem yang telah menjadi Ikan primadona Tasikmalaya

 


BUDIDAYA yang dilakukan secara sampingan, menjadikan ikan nilem sebagai sumber kehidupan ribuan warga di Kabupaten Tasikmalaya. 
Jika digarap serius, ikan yang mempunyai nama latin osteochilus hasel-ti itu bisa menjadi ikon baru Tasik-malaya setelah gurame.
Bagi keluarga (Alm.) Ahmad di Kampung Cikidang, Desa/Keca-matan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, nilem menjadi salah satu penyelamat kehidupan setelah Gunung Galunggung meletus. Pada 1982 itu seluruh harta bendanya habis disapu lahar. Kolam tempat budidaya ikan berjuluk “Si Cinging” yang menjadi sumber kehidupan keluarganya, ikut rusak parah.
Akibat letusan dahsyat gunung tersebut, ikan-ikan di kolam seluas 1 hektare lebih itu tak bersisa. 
Semua-nya hancur dan mati. Butuh waktu sekitar delapan bulan pascaletusan agar Ahmad bisa kembali memba-ngun kehidupan dengan normal. Masih beruntung, beberapa kilogram ikan nilem yang tersisa dibawa mengungsi ke Ciawang, Kecamatan Leuwisari, berhasil dibudidayakan. 

Tiga tahun pascaletusan, kolam yang awalnya tertutup lahar tersebut bisa dimanfaatkan kembali berkat budidaya ikan nilem. “Nilem, nilem, nilemlah yang telah menyelamatkan kehidupan keluarga kami,” kata Ny. Enok (65), putri (Alm.) Ahmad saat ditemui “KP”, Rabu (20/3).

Kini nilem menjadi ikan “wajib” bagi para petani ikan di Kabupaten Tasikmalaya, bahkan di wilayah Priangan timur seperti Kabupaten Ciamis. 
Setiap kolam pasti ada ikan nilemnya sehingga kerap disebut sebagai ikan “tetenon” atau “cengcelengan” (celengan).           
Dengan cara budidaya “lurjeun” (ditanam lalu biarkan begitu saja) petani sudah bisa merasakan dampak yang besar dari nilem. 

Seperti dirasakan Wahyu, nilem sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa ditinggalkan. 
Meski saat ini Wahyu bersama 15 anggota kelompok lainnya fokus pada budidaya ikan nila dan gurame, namun ikan nilem tetap harus ada di kolam. 
Mereka menganggap nilem sebagai ikan sampingan. “Wa-lau tidak harus dibudidayakan secara intensif, nilem sudah bisa menghasilkan. Cadu rugi melak nilem mah,” kata Wahyu, serius.

Kepala Seksi Sarana dan Prasa-rana Unit Pengelola Teknis Dinas Balai Benih Ikan di Kampung Ceumceum Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Nandang Muslim, mengakui kebutuhan ma-syarakat terhadap ikan nilem di wilayah Priangan timur tiap tahunnya lebih dari 5 juta ekor. 
Jumlah tersebut masih sangat kurang. “Baru bisa terpenuhi 2 juta ekor, termasuk dari indukan yang ada di balai sekitar 1 ton,” kata-nya.

Dengan kekurangan tersebut, tentu saja potensi nilem masih terbuka lebar.      Padahal masyarakat be-lum ada yang membudidayakan nilem secara intensif alias masih sebatas sampingan saja. 
Pasarnya je-las, bukan hanya di tingkat nasional, di tataran lokal pun masih terbuka lebar. 
Dari mulai larva (bibit yang berusia lima hari), aruy (30 hari), huripan (50 hari), sangkal atau koral (60 hari) sampai usia konsumsi, laku dijual.

Di Tasikmalaya sendiri, nilem sudah lekat dengan sebutan “lauk pipiti” atau “lauk besek”. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan bentuk-nya yang bagus, sangat cocok untuk mengisi lauk dalam pipiti atau be-sek ketika masyarakat di daerah menggelar hajatan. 

Omset miliaran
Data di Dinas Peternakan Per-ikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2011, produksi ikan nilem per tahun mencapai 8.932,38 ton.
Jika harga sekarang sekitar Rp 13.000/kilogram, maka omset dari ikan itu sekitar Rp 2,45 miliar lebih. Jumlah petani yang terlibat sebanyak 63.515 orang, tersebar di semua wilayah kabupaten ini. 

Daerah potensi terbesar berada di wilayah Kecamatan Leuwisari de-ngan jumlah produksi sebesar 1.041,73 ton, Kecama­tan Padakem-bang (1369,62 ton), dan Keca­m­atan Sukaratu (1246,51 ton). 
Potensi air yang berlimpah dari kawasan Gunung Galunggung menjadikan daerah-daerah tersebut cocok untuk pengembangan nilem. 
Sayangnya, kondisi tersebut kini mengalami kendala. Desa Mekarja-ya, Kecamatan Padakembang, sebagai sentra terbesar nilem, paling terkena dampak penambangan pasir Gunung Galunggung. 
Wilayah lainnya yakni Desa Kubangeceng, Ran-capaku, Padakembang, Sukaratu, Linggajati, Sinagar, dan Cikunir. Po-sisi desa tersebut berada di bawah irigasi Cikunir yang menjadi lokasi penambangan pasir Galunggung.

Para petani kerap merugi, produktivitas ikan menurun hingga 60 persen karena dampak limbah. Padahal nilem lebih betah hidup di air yang bening dan bersih. “Irigasi khusus untuk perikanan dan perta-nian harus dijadikan solusi dalam mengatasi kendala yang terjadi saat ini,” kata salah seorang petani ikan Desa Mekarjaya, Burhan Mulyadi.

Memang, masyarakat sudah sejak lama mengusulkan agar pemerintah daerah membangun irigasi khusus tersebut demi kelangsungan hidup petani, namun tak kunjung tereali-sasi. “Kami juga sudah mengusulkan keinginan masyarakat itu kepada pemkab dan provinsi, tapi belum ada tanggapan,” kata Kepala Seksi Budidaya Ikan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Thurjaman.

Ya, bila Pemkab Tasikmalaya ingin serius mengambangkan ikan nilem, sudah sepantasnya masyarakat pembudidaya ikan dan petani di sekitar kawasan Gunung Galunggung mendapat pasokan air yang bersih. 

Proses penambangan yang sulit ditutup karena kebutuhan ekonomi bisa dikelola dengan baik, dan tak malah mematikan sektor usaha lain terutama sektor perikanan. 
Tentunya, kita tak ingin nilem yang telah menjadi bagian ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat Tasikmalaya itu malah hancur, dan pelan-pelan tilem (tenggelam lalu menghilang)

Kabupaten Nilem  dan Kisah “Gerenyem Nilem”

IKAN nilem memang bukan ikan khas Tasikmalaya, namun potensi terbesarnya di Indonesia berada di Tasikmalaya. Kabupaten ini dikenal sebagai pemasok nilem nasional di Jawa Barat.

Wajar jika ikan yang di daerah lain dikenal dengan sebutan lahat, regis monto, palong, palouw assang, atau penopo itu lebih dikenal di Tasikmalaya. Bahkan bisa menjadi identitas masyarakat Tasikmalaya dan Gunung Galunggung.
Saking lekatnya dengan masyarakat Priangan timur khusunya Tasikmalaya, warga mengenal dekat istilah “gerenyem nilem”, salah satu cara ikan dalam memakan makanan. “Istilah ini hanya ada di wilayah Priangan timur, di daerah lain saya belum mendengarnya,” kata Kepala Seksi Budidaya di Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tasikmalaya, Asep Thardiaman.

“Gerenyem nilem” juga mencerminkan sebuah ketekunan dan tidak serakah.     Identitas itu selaras dengan cara hidup masyarakat Tasikmalaya yang tekun dan pekerja keras. Tu-kang kredit salah satunya. “Buktinya jelas, meski saat ini nilem belum dibudidayakan secara intensif, tetapi sudah menjadi sumber kehidupan masyarakat Tasikmalaya. Produksi-nya terus meningkat walau hanya sebagai sampingan,” ujar Asep.

Kondisi Gunung Galunggung yang berbeda dengan gunung-gunung aktif lainya di Indonesia, juga seperti “gerenyem nilem”. Lihat saja, erupsi Galunggung cenderung dicicil, hampir satu tahun tidak langsung meledak begitu saja. “Letusan Galunggung itu dicicil atau ‘digere-nyem’ seperti nilem. 
Memang biasa seperti itu,” kata Asep lagi. 
Dengan kondisi tersebut, wajarlah Penyuluh Perikanan Lapangan, Ke-camatan Padakembang, Wiwik Hik-mawati, memiliki keinginan agar De-sa Mekarjaya di Padakembang menjadi desa ikan di Kabupaten Tasik-malaya. 

Selama ini desa yang berada di kaki Gunung Galunggung itu me-rupakan pemasok ikan nilem terbesar di Padakembang. 

Dalam sebulan lebih dari 8 ton nilem berbagai ukuran keluar dari Mekarjaya, bahkan Mekarjaya su-dah memiliki kelompok pembenih-an, kelompok budidaya, dan kelompok pemasaran. “Mekarjaya harus menjadi desa nilem seperti di daerah lain. 

Nilem di desa ini sudah menjadi bagian kehidupan warga,” kata Wiwik, Rabu (20/3).
Karena potensi Kabupaten Tasik-malaya yang besar dalam hal nilem, diharapkan kabupaten ini pun menjadi kabupaten nilem. “Ya, bisa saja. Nilem memiliki prospek bagus,” tu-tur Asep.

Mereka yang tak Bisa Lepas dari Nilem
ASEP Dudung, pembudidaya ikan di Kampung Rancailat, Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya, merasakan betul betapa besar pengaruh nilem terhadap kehidupan keluarganya.

Pria yang menjabat ketua Kelompok Pembudi-daya Ikan “Karya Muda” di kampungnya itu berhasil membeli mobil pick up de-ngan cara tunai, sebidang tanah, hingga kolam. Itu setelah 13 tahun bergulat dengan nilem.

Ia pun mampu menghidupi sembilan orang tenaga kerja dengan upah rata-rata per bulan sebesar Rp 1.500.000, lebih besar di-banding Upah Minimum Kabupaten Tasikmalaya sebesar Rp 1.050.000.

Setiap bulannya, tidak kurang 4 ton ikan nilem berbagai ukuran berhasil dijual oleh Asep dengan omset sekitar Rp 100 juta. 
Bukan hanya pasar lokal yang digarap, Asep juga memasok ke Kabupaten Cianjur, Bandung, hingga Purwokerto di Jawa Te-ngah. “Kebutuhan nilem itu tak pernah kosong, kami sering keteteran dalam me-menuhi permintaan konsumen,” kata Asep.

Harga ikan yang habitat aslinya berada di perairan umum itu cenderung stabil. Bahkan sejak empat bulan lalu, terus naik. Di tingkat petani, untuk benih atau huripan mencapai Rp 32. 000, dan untuk konsumsi Rp 17.000 per kilogram.

Apa yang disampaikan Asep dirasakan pula oleh Burhan Mulyadi (33). Penyuluh Perikanan Swadaya yang juga aktivis lingkungan itu tak bisa meninggalkan budidaya nilem. 
Meski kolam yang dikelola bersama Kelompok Benih “Mekar Saluyu” di Desa Mekarjaya kerap terkena limbah penambangan pasir Gunung Galunggung, tidak menjadi halangan untuk tetap membudidaya ikan.

“Hasil produksi kerap menurun hingga 40 persen, bahkan kadang-kadang ikan mati karena limbah. Namun kami berupaya bertahan,” kata Burhan.

Lokasi kolam yang biasa dimanfaatkan Burhan untuk budidaya nilem, berada persis di bawah aliran Sungai Cikunir yang menjadi lokasi tambang pasir Galunggung. 
Meski demi-kian omsetnya masih tergolong besar, dalam sebulan tak kurang dari 4 ton untuk jenis ikan nilem. Pasarnya tak jauh beda dengan Asep. 

“Tetenong”
Ya, nilem telah banyak mengubah kehidupan masyarakat di kawasan Gunung Galunggung. Daya tariknya luar biasa dalam memberikan kehidupan. 
Ujang Suryana (40) warga Kampung Rancailat, Desa Mekarjaya, Kecamat-an Padakembang, merasakan betul hal itu. “Nilem te-lah menyelamatkan keluarga saya, saat ini kami tidak bisa lepas dari nilem,” kata ayah tiga anak tersebut.

Saat ini, penghasilan Ujang tak kurang dari Rp 1,5 juta per bulan. Jumlah tersebut terbilang bersih.
Ujang juga memiliki kolam yang biasa dipanen dalam waktu lima bulan sebagai “tetenong” atau tabungan. “Ya, bagi masyarakat di sini nilem sudah menjadi sumber kehidupan,” ujarnya. 




Description: Ikan Nilem yang telah menjadi Ikan primadona Tasikmalaya, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Ikan Nilem yang telah menjadi Ikan primadona Tasikmalaya

Para Mualaf di AS : Berpuasa di Ramadhan Pertama adalah Kenangan Yang Tak Terlupakan

Ramadhan pertama selalu menjadi kenangan tak terlupakan bagi para mualaf, karena banyak diantara mereka yang tidak punya pengalaman menjalankan ibadah puasa seperti tuntutan Islam atau menunaikan salat tarawih di malam Ramadan. Belum lagi jika mereka berada di lingkungan non-Muslim, di tengah keluarga maupun di tempat kerja. Pengalaman Ramadan pertama bagi para mualaf menjadi pengalaman yang penuh tantangan dan menjadi kenangan indah buat mereka.
Kamilah, seorang muslimah asal AS mengatakan, meski ia sudah 30 tahun yang lalu masuk Islam. Ia masih mengingat pengalaman pertamanya menjalani ibadah puasa Ramadan. “Saya merasakan berat sekali waktu pertama kali berpuasa karena saat itu udara sangat panas. Menahan haus seharian adalah bagian terberat dari puasa,” ungkap Kamilah.
Meski demikian, Kamilah merasakan kedamaian yang begitu besar selama menjalankan ibadah puasa Ramadan dan banyak mengisi waktunya saat Ramadan dengan membaca buku-buku tentang Islam. Kamilah sendiri mengaku sudah sering ikut puasa Ramadan sebelum masuk Islam. Dan ia mengucapkan dua kalimat syahadat pada 10 hari pertama bulan suci Ramadan.
Penny, yang berprofesi sebagai ilmuwan asal North Carolina masih mengingat puasa Ramadan pertamanya empat tahun yang lalu. Saat itu, ia memutuskan menjadi seorang Muslim seminggu sebelum jatuhnya bulan Ramadan.
“Saya sedang dalam perjalanan untuk keperluan bisnis saat pertama kali berpuasa. Saya sempat khawatir tidak bisa menunaikannya. Saya belum pernah berpuasa sebelumnya dan tidak tahu bagaimana rasanya berpuasa,” ujar Penny mengenang puasa Ramadan pertamanya.
“Tapi saya berpikir, dua milyar Muslim dunia sama-sama sedang berpuasa dan saya yakin dengan pertolongan Allah, saya bisa melakukannya,” tukas Penny.
Ia mengatakan, bahwa berpuasa ternyata tidak seberat yang ia bayangkan. Penny juga beruntung karena atasan dan teman-teman kerjanya di kantor memahami bahwa ia sedang berpuasa. “Saya menjelaskan dengan sederhana tentang Ramadan pada mereka dan mengatakan bahwa saya akan tetap kerja pada saat makan siang tapi harus sudah berada di rumah sebelum matahari tenggelam,” tutur Penny.
Lain lagi pengalaman Jameelah yang baru beberapa bulan menjadi seorang Muslim dan baru pertama kali menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ia masih harus beradaptasi dan mempelajari apa yang boleh dan apa yang tidak boleh saat puasa.
“Saya membiasakan diri untuk bangun dua setengah jam lebih awal agar bisa salat dan tilawah Al-Quran,” ujarnya.
Sebagian besar para mualaf mengatakan, bagian tersulit adalah ketika mereka harus menjelaskan pada keluarga atau rekan kerja yang non-Muslim tentang puasa Ramadan, agar mereka menghormati keputusan para mualaf itu berpuasa.
“Keluarga saya tidak mengerti mengapa saya berpuasa. Mereka menyebut berpuasa sebagai tindakan yang bodoh dan itu melukai perasaan saya,” kata Penny, yang tetap berpuasa meski mendapat reaksi negatif dari keluarganya.
“Saya beriman pada Allah dan Allah memerintahkan berpuasa pada bulan Ramadan. Saya harus patuh pada Pencipta saya, tak peduli orang berkata apa. Semoga Allah membimbing mereka,” imbuh Penny.
Dalam situasi seperti itu, ketika para mualaf tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya, yang berperan penting adalah komunitas Muslim di sekitar mereka. Jameelah mengaku, sebagai seorang muslim baru ia merasa nyaman karena perhatian dari teman-teman Muslimnya.
“Sejak saya menjadi seorang muslim, saya banyak mendapatkan undangan dari mereka,” kata Jameelah.
Hal serupa dialami Penny, yang sering diundang buka puasa bersama dengan komunitas-komunitas Muslim di lingkungannya. “Berbuka puasa bersama dengan mereka, membantu saya untuk mengatasi gap dengan keluarga saya. Saya menemukan sebuah keluarga besar, keluarga yang baik dan saling mendukung,” tukasnya.
Saat ini dipekirakan ada tujuh juta Muslim di Amerika dan setiap tahunnya ada sekitar 20.000 orang di AS yang masuk Islam. Subhanallah


Description: Para Mualaf di AS : Berpuasa di Ramadhan Pertama adalah Kenangan Yang Tak Terlupakan, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Para Mualaf di AS : Berpuasa di Ramadhan Pertama adalah Kenangan Yang Tak Terlupakan
 
Toko Buku Online Terlengkap
g-website

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service