Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 18 April 2013

Pemijahan Lele Masamo




Kolam
  • kolam pemijahan yang optimal adalah kolam dari beton/ semen dengan luasan (2m - 2,5m x 4m - 7m x 0,8m - 1m). bentuk persegi panjang dengan bentuk sudut tumpul disetiap sudutnya (menghindari cepat retaknya pada bagian sudut)
Mengapa Harus ukuran tersebut?
  • Karena ketika air mengalir dari inlet maka kotoran (feces dari tubifex, pakan pellet dan benih) akan tergiring teratur ke arah outlet tanpa kembali lagi ke arah inlet (sehingga tidak menyebabkan benih menjadi mabuk/ keracunan).
  • kalau kolam terlalu lebar atau terlalu pendek, kotoran dari outlet akan kembali ke arah inlet (disebabkan gerakan memusar air dari inlet ke outlet)
  • kolam dengan panjang dan luas tersebut bisa menampung kapasitas benih antara 100-150rb sampe dengan D-20.
  • Selain itu juga bisa sebagai tempat pendederan dan kalo bosen gagal di pemijahan bisa juga untuk kolam pembesaran. hahaha..
  • Dasar dan dinding semen harus sangat halus sekali (wajib). Kenapa?
  • Karena kalo kasar ketika kita melakukan pemindahan larva, maka larva akan luka dan memicu stres dan penyakit. Selain itu dasar yang kasar menyebabkan pembersihan lumut menjadi sulit.
  • dasar kolam yang bebas lumut merupakan kunci utama dalam pemijahan, usahakan agar lebih banyak campuran semen dari pada pasirnya (tanpa campuran kapur). Misal: 1 : 2-3 (1 semen dan 2-3 pasir).
  • Mengapa demikian? karena kita akan sangat sering sekali melakukan penyikatan pada dasar kolam pemijahan. Pada saat menghaluskan bisa menggunakan kertas semen sebagai alatnya. (sering sekali saya temui di teman-teman, gagal merawat larva karena kurang bisa menjaga kebersihan dasar kolam). INTINYA KOLAM TIDAK BOLEH ADA LUMUT.

  1. Kita usahakan minim kita punya inlet yang bisa keluarkan air sebesar 1" (dim) (keliatannya ini saya wajibkan deh pak). Karena ketika benih sangat banyak sekali, maka kebutuhan oksigen juga akan sangat besar, terutama pada malam hari saat D-5 atau D-7 yang bersamaan dengan larva makan tubifex dengan banter-banternya. (ini juga menjadi jawaban mengapa larva mati pada D-5 padahal sebelumnya sehat-sehat saja. Larva yang mati ngampas berkumpul di 1 titik pada pagi hari menandakan larva mengalami drop oksigen dimalam hari)
  2. Sedangkan untuk pipa outlet optimalnya 2,5-3" (modifikasi dengan pipa PVC yang mempunyai lubang-lubang kecil dan dilapisi waring halus (waring kondom) untuk mempermudah keluarnya air tanpa khawatir larva ikut tersedot kluar).
  3. keringkan kolam 1-3 hari sebelum pemijahan dan isilah air (40-50cm) di malam hari (untuk persiapan pemijahan esok hari).
  4. Taruh kakaban ukuran 1,5m x 2m (saya gunakan waring hitam, karena penggunaan kakaban dengan ijuk kurang efektif dan terlalu sulit ketika kita melakukan pembersihan telur yg bonor/ tidak menetas) dan tindih 4 sudut dengan genting (jangan bata) karena genting permukaannya halus dan bisa sebagai tempat sembunyi larva.

Ditulis Oleh : kelompok tujuhplus // 12.23
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Google+ Followers

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service